TASIKMALAYA, MNP – Anggota Komisi 2 DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Rabu (21/01/2026).
Kehadiran Kepler menjadi momentum strategis bagi warga untuk menyelaraskan usulan pembangunan di tengah tantangan kebijakan fiskal daerah yang cukup berat.
Dalam arahannya, Kepler Sianturi mengungkapkan bahwa dana transfer dari pemerintah pusat tahun ini mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Hal ini dipastikan akan berdampak pada alokasi anggaran pembangunan di tingkat kelurahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai solusi, Kepler mendorong Lurah dan Camat untuk lebih proaktif dan inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepler menyebut, Kelurahan Sukamulya harus melakukan langkah inisiatif, seperti mendata kembali aset-aset daerah yang bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
“Selain itu, monitoring PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) harus di-upgrade. Banyak lahan yang dulu kosong sekarang sudah berdiri bangunan, ini potensi PAD yang besar jika dikerjasamakan dengan Bapenda,” tegas Kepler.
Politikus berlambang banteng ini juga membuka pintu lebar bagi pihak kelurahan untuk berkomunikasi terkait alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan guna menutupi celah anggaran yang terbatas.
Secara khusus, Kepler juga berjanji akan memperjuangkan anggaran untuk memasyarakatkan Mars Kecamatan Bungursari melalui perlombaan sebagai sarana penguatan identitas wilayah.
Sementara itu, Camat Bungursari, Sodik Sunandi, mengimbau agar usulan kegiatan, baik fisik maupun pemberdayaan, harus benar-benar berpihak pada kebutuhan mendesak warga (skala prioritas) dan selaras dengan 7 program unggulan Walikota.
“Keterbatasan anggaran menuntut kita kreatif. Komunikasi dengan konstituen atau anggota dewan sangat penting agar aspirasi warga bisa terakomodir melalui Pokir. Alhamdulillah, sinergi di Bungursari sejauh ini berjalan baik,” ujar Sodik.
Lurah Sukamulya, Diki Mustaqin, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa meskipun anggaran terbatas, pihaknya tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan mental-spiritual.
“Pembangunan SDM adalah titik awal kesuksesan. Penanganan stunting tetap menjadi prioritas kami karena kualitas generasi mendatang ditentukan dari sekarang. Kita harus memanfaatkan anggaran yang ada seefektif dan seoptimal mungkin,” kata Diki.
Ditempat sama, Ketua LPM Kelurahan Sukamulya, Anto Prawoto, menjelaskan bahwa pihaknya telah merangkum usulan dari tingkat RW, Posyandu, hingga PAUD sejak kegiatan Pra-Musrenbang pada 15 Januari lalu.
“Kami sudah menyusun 10 usulan bidang pemberdayaan, 10 bidang sarana prasarana, dan 10 poin aspirasi masyarakat. Hasil ini akan kami kawal ke tingkat kecamatan. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kepler Sianturi yang telah hadir dan menyiapkan Pokir-nya untuk mendukung pembangunan di Sukamulya,” pungkas Anto.
![]()
Penulis : Wien
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan