Banjar, MNP – Kisah cinta bak drama romantis datang dari sepasang insan yang kini tengah berbahagia di pelaminan suci. Mereka adalah Yayang Salsabila Permata dan Mohamad Ikbal Fahrezi.
Pasangan muda ini membuktikan bahwa takdir tidak bisa ditebak, namun selalu menemukan jalannya sendiri untuk mempertemukan dua hati yang saling mencinta, Kamis (6/11/2025).
Cerita mereka bermula pada tahun 2019, ketika hubungan kasih antara keduanya harus terpisah oleh keadaan. Waktu, jarak, dan takdir seolah bersekongkol memisahkan cinta yang tengah tumbuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, siapa sangka, tiga tahun kemudian, tepatnya tahun 2022, semesta seakan mengatur ulang takdir. Yayang dan Ezi kembali dipertemukan, menumbuhkan kembali benih cinta yang dahulu belum sempat bersemi sempurna.
Dan kini, pada tahun 2025, dua sejoli itu resmi mengikat janji suci pernikahan di hadapan keluarga besar, sahabat, serta para tamu undangan yang turut larut dalam suasana haru dan bahagia.
Yayang Salsabila Permata, gadis manis berusia 26 tahun yang beralamat di Jalan Tengah Balokang RT 25 RW 09 Kecamatan Banjar, merupakan putri pertama dari pasangan Bapak Wawan dan Ibu Dewi.
Dengan penuh rasa syukur dan air mata bahagia, ia melepas masa lajangnya untuk bersanding dengan sang pujaan hati, Mohamad Ikbal Fahrezi, pria ramah dan humoris yang akrab disapa Ezi, putra ketiga dari Bapak Nana dan Ibu Elih.
Dalam kesaksian yang menyentuh, Ezi yang dikenal sebagai pecinta klub sepak bola El Barca (Barcelona), mengungkapkan rasa syukurnya,
“Alhamdulillah Wasyukurillah, Allah akhirnya mempertemukan kami kembali setelah sempat terpisah,” kata Ezi.
Dulu di tahun 2019, mereka harus berpisah, tapi siapa sangka di tahun 2022 kami dipertemukan lagi, dan hari ini, 2025, naik pelaminan.
“Mudah-mudahan kami bisa saling menutupi kekurangan, saling melengkapi, dan menjadi keluarga Sakinah, Mawadah, Warahmah. Aamiin YRA,” ungkap Ezi.
Prosesi akad nikah berjalan lancar dan khidmat. Dengan hanya satu kali ucapan ijab kabul, pernikahan pun dinyatakan sah, disaksikan oleh para wali dan saksi keluarga.
Sang mempelai pria menyerahkan maskawin berupa perhiasan emas 25 gram dan cincin berlian seberat 4 gram — simbol cinta dan ketulusan yang mengikat dua hati.
Usai penandatanganan buku nikah, suasana berubah riang dengan prosesi saweran, diiringi alunan gamelan dan suara sinden yang merdu.
Kemeriahan semakin memuncak ketika Tim MDC (Mediator Creative) Home n’ Land, yang merupakan keluarga besar dari pihak mempelai wanita, memberikan kejutan manis.
Di tengah acara saweran, Ketua MDC, Ujang Mahen, bersama rekan-rekannya, menaburkan uang sawer sebesar Rp2 juta dalam pecahan Rp2.000, menciptakan suasana riuh penuh tawa dan kegembiraan.
Ujang Mahen, yang juga merupakan keluarga dari pengantin wanita, mengatakan, ini bentuk kasih sayang kami kepada saudara dari istri saya, Neng Elia Hernawati.
“Alhamdulillah, Allah memberikan rezeki lebih lewat pekerjaan kami di bidang pengondisian lahan, jadi uang sawer ini kami niatkan sebagai bentuk partisipasi dan kebahagiaan kami untuk Yayang,” tuturnya.
“Semoga bermanfaat bagi tamu yang hadir. Kami juga mohon maaf bila keluarga kami banyak kekurangan dalam penyambutan pihak keluarga mempelai pria,” harap Ujang Mahen.
Acara pun berlanjut dengan penuh suka cita. Tawa, pelukan, dan doa-doa membaur dalam satu makna kebahagiaan. Dari keluarga besar, kerabat, hingga teman-teman lama, semua larut dalam rasa syukur dan haru.
Kisah cinta Yayang dan Ezi menjadi pengingat bahwa perpisahan tak selalu berarti akhir, dan waktu kadang hanyalah jeda yang diberikan Tuhan agar dua hati lebih siap untuk bersatu.
Akhirnya, dari segenap keluarga besar dan Tim MDC (Mediator Creative) Home n’ Land, serta seluruh kerabat yang hadir, disampaikan doa tulus:
“Selamat menempuh hidup baru untuk Yayang dan Ezi. Semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah, Warahmah.” Aamiin Ya Rabbal Alamin.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan