Bogor, MNP – Rekonstruksi ruas jalan Ciherang-Kelapa Tujuh, di Kec Dramaga, Kab Bogor, yang pengerjaannya telah diamanatkan kepada CV. Matio Abadi sebagai PJ (Penyedia Jasa proyeknya), serta PT. Demensi Ronakon sebagai Konsultan Pengawasnya. Dari durasi waktu pelaksanaan 90 hari kalender, (terhitung dari 23 September 2025) kini telah terpakai 28 hari, saat berita ini diturunkan, pada Selasa (21/10/2025).
Pantauan di lokasi, dengan waktu hampir sebulan yang telah dilewatinya, dibanding progress dari pekerjaannya, yang baru menyelesaikan LC (Lapisan Dasar Beton), dinilai tak proporsional oleh banyak kalangan.
Di kondisi tersebut tadi dapat memicu keterlambatan pengerjaan, hingga pekerjaan diragukan bisa rampung tepat waktu. Belum lagi kondisi antrenya Armada Thruemix di Pabrik (Batching Plant) Beton saat loading, juga kendala lain di perjalanan saat didistribusi kannya (dari Batching Plant hingga ke lokasi proyek), itu bagian kendala teknis yang kerapkali terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terlebih jika ditambah kendala non teknis, seperti tidak kondusifnya kordinasi pihak penyedia jasa proyek, dengan unsur pemerintah dan warga setempatnya, di lokasi proyek.
Sebagaimana yang terjadi di proyek rekonstruksi jalan Ciherang-Kelapa Tujuh, Kec Dramaga tersebut, menjadi tersendat, diduga karena telah mengabaikan tradisi kordinasi, dengan pihak pemerintah setempat dan unsur-unsur masyarakat di lokasi proyek.
Yang mana kata kordinasi tersebut identik dengan arti pengertian di dalam berbagi/kerahiman berupa kompensasi uang, dari pengusaha pada para pengurus pemerintahan di wilayah, hingga bagi unsur masyarakat di wilayahnya.
Demi kelancaran/kondusifnya pengerjaan proyek, termasuk proyek rekonstruksi dengan nilai kontrak Rp 600 Juta, untuk betonisasi jalan sepanjang 203 meter, lebar 5 meter serta ketebalan 30 cm, di Ciherang tersebut.
Melansir artikel berita dari salah satu media massa online, pada 4 hari yang lalu Kades Ciherang, Suherwin, SH, sempat menyatakan di media itu. Bahwa, awalnya rencana betonisasi di jalan tersebut, akan dilakukan dengan membagi dua spot, yakni dikerjakan di sebelah – sebelah ruas jalan.
Namun karena lebar jalan yang ada rata – rata hanya 4,5 meter, metode tersebut tidak akan memungkinkan. Karenanya diputuskan bersama, untuk dikerjakan dengan full spot, dengan rekayasa lalu lintas penutupan akses jalan full dari ujung ke ujung spot.
“Dari skenario awalnya, lalu lintas di ruas jalan tersebut akan diberlakukan sistem buka tutup, namun karena pertimbangan lebar jalan tidak memadai, serta untuk menghasilkan kualitas dari pengerjaannya yang bagus, akhirnya disepakati dengan betonisasi penuh disesuai kan lebar jalan yang ada,” demikian kurang lebihnya, pernyataan Suherwin pada Jumat (17/10/2025) lalu.
“Kami sepakati melakukan penutupan total ruas jalan Ciherang-Kelapa Tujuh ini, dimulai malam ini sekitar pukul 20.00 WIB, sampai pekerjaan betonisasi jalan tersebut selesai dikerjakan serta sudah layak dilintasi segala jenis kendaraan,” tandas Suherwin saat itu.
Pihaknya bersama warga masyarakat mendukung program pembangunan infrastruktur jalan, yang telah dicanangkan PemKab Bogor, melalui Dinas PUPR, dan dilaksanakan bersama perusahaan dari pemenang tender pengerjaannya.
“Kami harap masyarakat para pengguna jalan, bisa memakluminya dan mohon bersabar, serta nyari jalan alternatif. Mungkin dengan lewati rute Ciherang Cutak, atau Cibeureum Sinarsari, Kami juga berterima kasih kepada Bupati serta Wakil Bupati Bogor, atas realisasi pembangunan ruas jalan di wilayah Kami,” paparnya.
Sedikit berbeda dari pimpro (mandor proyek) CV. Matio Abadi, turut menjelaskan. Karena lebar badan jalan ini sempit, kalau dipaksakan dikerjakan sebelah-sebelah dikhawatirkan berpengaruh pada kualitasnya. Dan saat ini sudah diputuskan untuk dikerjakan penuh sekaligus selebar badan jalan, segera akan dikerjakan malam ini,” jelasnya pada Senin malam tadi (20/10/2025).
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan