Polres Pakpak Bharat Terjunkan Personil Kawal Demo Tunggal di Depan Kantor Bupati 

Senin, 6 Oktober 2025 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Demo tunggal digelar oleh Pildo Juniper Sinamo pada Senin, 6 Oktober 2025 di halaman Kantor Bupati Pakpak Bharat, dilanjutkan ke Kantor DPRD Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Dalam orasinya, Pildo menuntut Bupati Pakpak Bharat FBT untuk mundur dari jabatannya, karena dinilai gagal membawa perubahan signifikan bagi kemajuan daerah.

Ia juga menyoroti banyaknya permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan proyek pembangunan di kabupaten tersebut.

Aksi yang berlangsung damai itu dikawal ketat oleh lebih kurang 60 personel Polres Pakpak Bharat agar kegiatan berjalan tertib dan kondusif.

Setelah menyampaikan orasi di halaman kantor bupati, Pildo diterima langsung Sekda Jalan Berutu, Asisten I Dayat Barutu, serta Kadis Kominfo Sahat Boang Manalu di Ruang Nusantara Kantor Bupati di Sindeka.

Seusai dialog dengan pejabat Pemkab, Pildo menegaskan, apabila tidak ada tindakan tegas dari aparat dalam waktu 4 hari.

Dia akan mencabut seluruh laporan yang pernah disampaikan ke Polres dan Polda Sumut, lalu menyerahkannya ke kejaksaan.

“Saya menunggu sikap tegas aparat penegak hukum. Jika tidak ada tindakan, kami anggap polisi tidak mampu menegakkan supremasi hukum sebagaimana amanat Presiden RI, Bapak Prabowo,” teriaknya di hadapan para pejabat.

Setelah menyampaikan tuntutan, Pildo menjelaskan bahwa seluruh poin aspirasi telah diserahkan secara resmi kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, dalam dialog bersama pejabat yang hadir, ia menekankan pentingnya agar setiap tuntutan mendapat jawaban akurat dan konkret demi pembenahan tata kelola Pemkab Pakpak Bharat, serta agar aparat kepolisian menuntaskan dugaan korupsi yang terjadi di wilayah tersebut.

“Ketika tuntutan telah saya sampaikan kepada pemerintah, saya berharap semuanya ditindaklanjuti secara serius. Pada aksi lanjutan hari Jumat, 10 Oktober 2025, saya akan datang kembali untuk mendengar jawaban konkret dari pihak DPRD dan kepolisian,” ujar Pildo.

Aksi tersebut diketahui berlangsung tertib hingga selesai, dengan penjagaan ketat aparat kepolisian.

Berikut 11 tuntutan Pildo dalam demo tunggal tersebut:

1. Meminta Bupati FBT mundur karena terlalu sering berada di luar daerah tanpa hasil nyata bagi pembangunan Pakpak Bharat, sehingga biaya perjalanan dinilai membebani keuangan daerah.

2. Menilai penempatan pejabat di OPD tidak profesional dan terjadi rangkap jabatan yang menghambat karier ASN berkompeten.

3. Mengkritik prioritas pembangunan taman yang dianggap tidak mendesak di tengah kesulitan ekonomi masyarakat.

4. Menuding lemahnya disiplin ASN, di mana banyak pegawai tidak masuk kantor tanpa tindakan tegas dari pimpinan.

5. Menuntut Inspektorat memeriksa proyek pembangunan Gedung Perpustakaan 2024 senilai Rp10 miliar, yang kini dilaporkan retak, bocor, dan rusak parah.

6. Mendesak aparat penegak hukum memeriksa dugaan pungutan liar 2% proyek serta penggunaan material galian C ilegal yang disebut terjadi sejak 2021.

7. Meminta Kapolres memeriksa pengadaan mobil dinas bupati tahun 2024 senilai sekitar Rp2,55 miliar yang keberadaannya dinilai tidak jelas.

8. Menyoroti proyek taman Lapangan Napseng yang kembali dibangun meski baru selesai 2024, dianggap sebagai pemborosan anggaran.

9. Meminta Sekda turut menjaga adat dan budaya Pakpak sebagaimana diterapkan di masa pemerintahan sebelumnya.

10. Menuntut transparansi dana desa yang diduga disalahgunakan di sejumlah wilayah.

11. Mengapresiasi Polres Pakpak Bharat yang tetap memberi kelonggaran bagi masyarakat untuk menggunakan bahan bangunan lokal seperti batu dan pasir guna kepentingan pribadi tanpa gangguan.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Istimewa! Bupati Pakpak Bharat Siapkan Hadiah Sepeda Motor, Kawal Anggaran LPTQ di MTQ ke-23
Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dampingi RSUD dr Soekardjo Susun Clinical Pathway Penyakit Prioritas Nasional 
Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK
Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor
Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot
TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun
Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan
Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:07 WIB

Istimewa! Bupati Pakpak Bharat Siapkan Hadiah Sepeda Motor, Kawal Anggaran LPTQ di MTQ ke-23

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dampingi RSUD dr Soekardjo Susun Clinical Pathway Penyakit Prioritas Nasional 

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:37 WIB

Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:21 WIB

Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:46 WIB

Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot

Berita Terbaru