Bogor, MNP – Bertempat di halaman dan Aula Desa Rancabungur, Jama’ah Pengajian Bulanan TP-PKK Desa Rancabungur, serta Majlis Taklim se-desa Rancabungur gelar Taklim/Pengajian bersama, dalam rangka Tasyakuran Maulid (Nabi~Rosul) Muhammad SAW sebagai agenda rutin mengenang~mengagung kan kelahiran RosulUllooh Muhammad SAW.
Meski digelar di waktu yang telah terlewat dari semestinya (12 Rabbi’ul Awal 1447 H lalu, bertepatan dengan 4 September yang lalu), tapi tidak mengurangi khidmat serta semaraknya gelaran acara mereka pada hari ini, Selasa (30/9/2025).
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat – ayat suci Al-Qur’an, oleh Qori Al-Ustadz Saiful Furqon Mubarok, S.PD. Dan dilanjutkan dengan agenda sambutan-sambutan, yang dimulai dengan sambutan Kepala Desa Rancabungur, Saepudin, S.IP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sesi sambutannya, Kades Saepudin, S.IP, telah berpesan pada para warga Jama’ah pengajiannya itu. Bahwa motif utama kenapa umat Islam itu harus selalu memperingati maulid Nabi, itu untuk selalu mengingat serta meneladani akhlaq juga perilaku terpuji Rosul.
Termasuk dalam tasyakur di dalam menerima segala kepastian takdir dari Alloh SWT, mendasari beragam niat ibadah apa pun dengan ilmunya serta menjalaninya dengan apa adanya, sesuai keadaan atau kemampuan.
“Contoh tauladan dari Nabi/Rosulullooh yang tadi telah Pak Lurah sebutkan di atas, yang masih relevan dengan kondisi zaman sekarang ini adalah, penyesuaian antara keadaan serta kemampuan Kita di wilayah desa Kita ini, potensi sumber daya Alam yang jadi komoditas utama wilayah Kita, yang dominan berupa tanaman Sampeu (Singkong), bagaimana tuh caranya Kita menjadikan itu agar bisa dijadikan sumber penghasilan~penghidupan Kita secara mandiri.” tegas Saepudin.
Sedikit berbeda, dari lokasi sama, Kasie Pemerintahan Kec. Rancabungur (wakili Camat Rancabungur yang berhalangan hadir, karena tengah ada di Rumah Sakit, mengawal suami tercinta yang tengah dirawat di RS), Fatulloh, SE. MM. Dirinya tidak bicara panjang lebar, selain yang bersifat senada dengan yang disampaikan oleh Kades Rancabungur di dalam sambutan pembuka sebelumnya tadi.
Sedangkan Penceramah Al- Ustadz Syahril Shidiq (alias Arjuna Tampan), sebagai Da’i tunggal di dalam acara tersebut menyampaikan ke para Jama’ah. Bahwa yang utama perlu diteladani dari RosulUllooh adalah, supaya Kita sebagai ummatnya tak berdiam diri atau menyerah pada belenggu kebodohan (Jahiliyah), kunci utamanya adalah dengan tolabul ilmu, selalu haus dan lapar untuk belajar.
Mempelajari materi ilmu keagamaan utamanya, atau ilmu apa pun yang kira kira bermanfaat di dunia ini hingga di Akhirat kelak. Hal itu sangat penting, karena tanpa belajar tidak mungkin Kita berilmu pengetahuan, tanpa ilmu pengetahuan itu apa yang bisa diamalkan di dalam kehidupan Kita.
Ustadz Arjuna Tampan menjelaskan, kenapa ilmu pengetahuan itu begitu penting di ajaran Islam, karena ketika Umat Manusia mati, maka putus lah segala amal dan segala urusan silaturahimnya saat di dunia, kecuali tiga hal ini. Yakni, Sodakoh Zariah yang dengan ikhlas Kita berikan. Lalu, Ilmu yang bermanfaat karena diamalkan kebaikan bagi diri sendiri serta orang lain di sekitar Kita.
“Terakhir, do’a-do’a dari anak-anak Kita atau keturunan Kita yang shaleh atau shalehah. Dan kesemuanya itu amat jelas, sangat membutuhkan ilmu pengetahuan agar Kita mampu mendapatkan atau menguasai ketiga-tiganya,” papar sang Ustadz Arjuna Tampan.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan