BEM PTNU se-Nusantara Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Pemerintah dari Korupsi

Rabu, 12 Maret 2025 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Korupsi adalah kejahatan struktural yang telah mengakar dalam birokrasi Indonesia, merusak kredibilitas negara, dan menghambat kesejahteraan rakyat.

Arip Muztabasani selaku Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) se-Nusantara menegaskan dukungan terhadap upaya Presiden Prabowo Subianto dalam membersihkan pemerintahan dari praktik korupsi, terutama di sektor penegakan hukum dan kementerian.

Namun, dukungan ini tidak bersifat blank check; kami menuntut implementasi yang nyata, sistematis, dan berbasis evaluasi berbasis data, bukan sekadar retorika politik.

Korupsi bukan sekadar tindakan individu yang menyimpang, melainkan praktik sistemik yang melibatkan aktor-aktor politik, birokrasi, dan korporasi dalam jejaring kepentingan yang saling menguntungkan.

Data dari Transparency International menunjukkan bahwa indeks persepsi korupsi (CPI) Indonesia stagnan dalam beberapa tahun terakhir, menandakan lemahnya komitmen reformasi birokrasi.

Fenomena ini diperparah oleh lemahnya penegakan hukum. Banyak kasus korupsi berakhir dengan vonis ringan, remisi berlebihan, atau bahkan impunitas bagi elite politik.

Jika Presiden Prabowo serius ingin membersihkan pemerintahan, maka langkah-langkah yang harus segera dilakukan adalah:

Reformasi Total di Institusi Penegak Hukum

Evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan di Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan KPK.

1. Mengakhiri impunitas bagi aparat yang terlibat dalam kasus suap dan mafia peradilan.

2. Transparansi dalam mekanisme rekrutmen dan promosi jabatan di institusi hukum.

Evaluasi Kinerja Kementerian dan BUMN

1. Publikasi laporan realisasi anggaran kementerian secara berkala untuk memastikan efektivitas penggunaan dana publik.

2. Audit independen terhadap proyek infrastruktur strategis guna mencegah praktik mark-up dan penyelewengan dana.

3. Penghapusan kebijakan yang membuka celah bagi oligarki politik dalam pengelolaan sumber daya negara.

Revisi Kebijakan yang Rentan Penyimpangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dikaji ulang untuk menghindari potensi pemborosan anggaran dan penyalahgunaan dana.

Evaluasi skema bantuan sosial yang sering kali digunakan sebagai alat politik dengan distribusi yang tidak merata dan sarat kepentingan.

Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi selalu berbenturan dengan kepentingan oligarki.

Presiden Prabowo harus membuktikan bahwa keberpihakannya pada rakyat lebih besar daripada loyalitasnya kepada elite politik yang menopang kekuasaannya.

Tanpa langkah konkret, jargon “bersih-bersih pemerintahan” hanya akan menjadi gimmick politik tanpa dampak nyata.

Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara Arip Muztabasani menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam jika pemerintah gagal memenuhi komitmen ini.

“Kami akan terus mengawal setiap kebijakan yang berpotensi merugikan rakyat dan akan menjadi kekuatan kritis yang memastikan bahwa kepemimpinan nasional tidak menyimpang dari amanat reformasi,” tegas Arip.

Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara mengajak seluruh mahasiswa Nahdlatul Ulama dan civitas akademika di Indonesia untuk :

1. Mengawasi dan melaporkan praktik korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintahan dan institusi pendidikan.

2. Mengorganisir diskusi, kajian, dan advokasi kebijakan berbasis riset untuk melawan segala bentuk penyimpangan birokrasi.

3. Menolak normalisasi korupsi dalam politik praktis, termasuk dalam pemilihan kepala daerah dan legislatif.

Pemerintahan yang bersih hanya bisa terwujud jika ada tekanan politik dari rakyat.

Jika Presiden Prabowo gagal menegakkan janji reformasi birokrasi dan membersihkan pemerintahan dari praktik korupsi, maka mahasiswa akan turun ke jalan sebagai kekuatan moral yang tidak bisa dibungkam.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok
Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Pedagang Ikan Menjerit Hasil Tangkapan Anjlok
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare
PPK Cetak Sawah Sulsel di Luwi Utara Tetap Bungkam! Ada Apa di Balik Anggaran Rp11 Juta Per Hektare?
Progres Pemulihan Bencana Pakpak Bharat Dinilai Positif, Satgas PRR Siapkan Laporan untuk Presiden
Warga Perumahan Mutiara Citra Gelar Tasyakur Binikmat, Apresiasi Pembangunan Dana Reses
Fraksi PKB Tasikmalaya Ingatkan Viman-Diky: Pemerintah Jangan Kerja Sendiri, Banyak Target RPJMD Tak Relevan
Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Pedagang Ikan Menjerit Hasil Tangkapan Anjlok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:58 WIB

PPK Cetak Sawah Sulsel di Luwi Utara Tetap Bungkam! Ada Apa di Balik Anggaran Rp11 Juta Per Hektare?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Progres Pemulihan Bencana Pakpak Bharat Dinilai Positif, Satgas PRR Siapkan Laporan untuk Presiden

Berita Terbaru