Bogor, MNP – Giat Reses Masa Sidang II Anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk Dapil 4, sudah selesai digelar dan berjalan kondusif. Giat berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Dramaga, pada hari Jum’at (21/2/2025).
Semaraknya acara tersebut diwarnai dialog proaktifnya, termasuk sesi tanya jawab antara audiens (yang hadir) dengan para anggota DPRD Kab. Bogor.
Dalam sesi itu, penyampaian hal aspiratif berupa beragam keluhan pun silih berganti disampai kan. Terutama dari para Kepala Desa di wilayah Kec. Dramaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti dari Pemerintahan Desa Sukadamai, Kadesnya Pepen Supendi, yang tegas mengeluhkan progress dari Proyek Pembangunan TPT (Tembok Penahan Tebing) di wilayahnya, yang hingga kini tidak kunjung selesai.
Selebihnya, dialog interaktif dalam giat tersebut, banyak didominasi bahasan usulan usulan terbaru. Yang mana secara keseluruhan sangat jelas bertujuan agar secara intensif diperjuangkan para anggota Legislatif dari dapil 4 tersebut, di periode tahun anggaran mendatang.
Adapun wakil para anggota DPRD Kab. Bogor dari Dapil 4 yang telah hadir pada giat tersebut antara lain. Wasto Sumarno, S. Hut, Heri Gunawan, SE. MM, Ruhiyat Saujana, Lukmanudin Ar Rasyid, Ridwan Muhibi, M. Hasani, ST dan Azwar Annas, M.Pdi, kesemuanya menyatakan siap tampung semua aspirasi warga yang masuk, untuk diagendakan pengawalannya.

Giat tersebut dimulai pukul 8.00 WIB s/d sekira pukul 11.00 WIB, mengupas Tiga point usulan, diantaranya ketersediaan sarana serta prasarana bidang olah raga di wilayah Dramaga yaitu pembangunan Gelanggang Olah Raga Mini (GOR Mini).
Pasalnya, bangunan tersebut dinilai sangat penting, untuk menunjang beragam aktifitas keolahragaan bagi warga di Dramaga, mencari serta membina warga yang potensial berbakat atlet, dan mampu berprestasi ke depannya.
“Kini, untuk pendirian GOR Mini di Dramaga, itu masih terkendala oleh lahan, alias belum ada untuk lahannya. Mengingat areal lahan yang dibutuhkan minimal seluas 2 hektar. Jadi, meskipun itu sifatnya sangat mendesak, namun karena lahannya itu belum ada, ya berarti harus dicarikan dulu lahannya,” ungkap M. Hasani, anggota DPRD dari Fraksi PPP (asal Dapil 4).
“Supaya usulannya itu bisa cepat diproseskan. Karena untuk tahun ini, semuanya (usulan yang masuk : red), akan ditutup 4 Maret 2025 mendatang,” tambahnya.
Berbeda, Wasto Sumarno, dari Komisi IV DPRD Kab. Bogor (Fraksi PKS) asal Dapil 4 ikut menambahkan. Menurutnya, adanya usulan Pembangunan GOR mini di Dramaga, harus dipastikan biaya pembangunannya itu bersumber dari APBD Kab. Bogor.
“Biaya pembangunan GOR Mini itu sangat besar, dan pastinya biayanya tersebut berasal dari APBD, bukan berasal dari Pokir, karena Dana Pokir itu nilainya kecil, sehingga tak akan mungkin anggarannya diambil dari dana itu,” tandasnya.
Usulan GOR Mini tersebut, lanjut Wasto, baru kali ini dia dengar. Silahkan saja, kalau masyarakat memang merasa GOR Mini mereka perlukan, silahkan usulkan.
“Sementara ini, Saya hanya berharap agar masyarakat selalu bisa pro aktif, dalam menyampaikan informasi, akan adanya ketersediaan lahan, yang diperuntukkan pembangunannya, itu saja,” pungkas Wasto.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan