Penulis: Asep Didi Sumantri
Korwil Bogor Raya dan Banten
Sebagai sesama manusia biasa, Aku pasti berharap ini semua tidak sampai terjadi, bahwa tahun 2025 ini akan menjadi tahun bersih bersih bagi generasi yang tidak peduliin Adab dan Adat istiadat, dan tidak mau menghargai jasa baik para pendahulunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak anak tak mengindahkan, tak menghormati serta tak menghargai orangtuanya. Murid tak mau peduli serta tak tau berterima kasih atas jasa gurunya.
Penguasa di Pemerintahan pada tak mau peduli terhadap rakyatnya. Pra pengusaha di Perusahaan pada tidak mau peduli kepada Karyawannya.
Mereka semua rata rata tidak lagi punya kemampuan buat menyadari kesalahan dirinya dan tidak mau menerimanya ketika disadarkan orang lain, siapa pun orang lainnya tadi tetap tidak mau menerima.
Kondisi seperti itu berlarut larut, berkepanjangan tak terhenti, hingga memicu murka sang maha Pencipta, maha kuasa atas segalanya (Alloh SWT).
Melalui perintah-NYA pada segala kekuatan unsur alam milik-NYA (Angin, Air, Tanah, Api) dan guncangan hingga ledakan dahsyat Gunung gunung memperlihatkan kemurkaanNYA yang tiada tara dahsyatnya.
Menghempas dan luluh lantakkan segalanya, tanpa pandang bulu tanpa ampun, hingga hampir menghancur leburkan segalanya.
Sebagai contoh nyatanya, ketika di 42 tahun yang lalu Kita yang menyaksikan dan mengalami, hingga merasakan dampak buruknya, atas letusan dahsyat Galunggung di wilayah Tasikmalaya timur tatar Sunda (5 April 1982, 8 Januari 1983).
Dari proses penghancuran Kubah Lava, dimulai sekitar 5 April 1982. Berlanjut pada teriakan keras gemuruhnya yang berlangsung sekitaran seMinggu berturut turut (13 ~ 19 Juli 1982) yang baru terasa kembali terdiam setelah (-+) 9 bulan kemudian, tepatnya sekitar 8 Januari 1983 saat itu.
Meski jaraknya terbilang jauh, ratusan kilo meter dari Bogor ini, tetapi dampaknya benar benar terasa amat nyata.
Bercermin dari kisah tadi, lalu bagaimana dan sejauh mana kesiapan Kita semua, jika kembali mengalami hal serupa sekarang ini? Yang tidak tertutup kemungkinan akan terjadi meskipun tidak tahu kapan dan di mana itu, akan kembali terjadinya?
Sekedar untuk mengingat kan dan untuk diperhatikan, bisa bersama² Kita cermati di beberapa Gunung berikut ini (disertai rentang waktu terakhir kali meletusnya).
1. Arjuno (-+) 72 tahun lalu.
2. Gede (-+) 67 tahun lalu.
3. Krakatau (-+) 3 tahun lalu.
4. Salak (-+) 86 tahun lalu.
5. Selamet (-+) 10 tahun lalu
6. Sindoro (-+) 114 tahun lalu.
Tak sanggup membayangkan, jika salah satu dari ke enam gunung tersebut kembali berteriak keras-mengamuk, kehancuran dan kepanikan seperti apa yang kan terjadi di sekitar Kita, juga separah apa dampak yang ditimbulkannya.
Semoga saja, yang dikhawatiran itu tak sampai terjadi. Aamiin ya Robbal’aalamiin…
Itu baru kekhawatiran dari teriakan keras juga kuatnya Letusan Gunung, belum lagi kalau dibarengi guncangan dahsyat Gempa Bumi, juga Banjir Bandang yang masih bertubi tubi terus terjadi.
Tanah Longsor disertai pergeseran Lapisan Tanah, juga amukan Angin hingga kebakaran dan lain-lainnya, berikut dampak yang pasti ditimbulkannya. SubhanAllooh… AstaghfirUlloohal’adziim.
Semoga dengan Pesan ini membuat Kita tersadar dan mau segera bertobat
![]()
Penulis : Asep Didi









Tinggalkan Balasan