Barito Timur, MNP – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Perkumpulan Nansarunai Jari Janang Kalalawah (PNJJK) Kabupaten Barito Timur mengadakan bakti sosial (Baksos) untuk korban angin puting beliung.
Pengurus PNJJK melihat langsung ke lokasi eks terjadinya bencana terjangan angin puting beliung yang terjadi di desa Ampari Bura, Kecamatan Patangkep Tutui beberapa hari lalu.
Ketua PNJJK Kabupaten Barito Timur Hengky Agaro dalam keterangannya melalui wakil ketua Dando Rasano mengatakan, kegiatan baksos dilakukan sebagai bentuk empati atau kepedulian kepada sesama manusia atas terjadinya bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami dari ormas PNJJK menyalurkan bantuan langsung berupa uang tunasi sejumlah Rp5.000.000,- untuk kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat terjangan angin puting beliung melalui bapak kepala desa Ampari Bura selaku pimpinan di wilayah tersebut,” kata Dando, Kamis (26/10/2023).
Selain itu, Ormas PNJJK juga menyalurkan bantuan di desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui sebesar Rp1.000.000,- untuk acara Marabia /Mia Misaya yang akan dilaksanakan pekan minggu depan.
“Bantuan yang kami berikan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik. Ini adalah bantuan murni sebagai bentuk rasa kepedulian atau empati dari kami semua anggota ormas PNJJK Kabupaten Barito Timur terhadap sesama yang manusia,” ucap Dando.
Dirinya menambahkan, berdasarkan data dari pihak desa, jumlah warga yang terdampak bencana puting beliung di desa Ampari Bura, ada sekitar enam rumah warga yang terdampak dan sati diantaranya yang paling parah.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah bencana puting beliung,” ujarnya Dando Rasano didampingi bendahara umum PNJJK Bonan Nataloto.

Sementara itu, Kepala Desa Ampari Bura, Kurniawan dalam keterangannya menyapaikan rasa terima kasih kepada ormas PNJJK Kabupaten Barito Timur atas kepeduliannya untuk meringankan beban masyarakat yang terdapak bencana terjangan angin puting beliung.
“Ya benar, bencana angin puting beliung melanda desa Ampari Bura, kejadiannya pada hari Selasa 17 Oktober 2023 lalu sekitar pukul 19.30 Wib,” jelas Kurniawan.
Berdasarkan hasil pendataan Pemdes Ampari Bura di lapangan, ada enam rumah warga yang rusak parah, belasan hektare kebun karet hancur dengan total ada sekitar 25 kepala keluarga terdampak akibat di terjang angin puting beliung.
“Kami berterima kasih atas batuan yang telah datang dari berbagai pihak, seperti dari Ormas PNJJK, kemudian juga pemerintah Kabupaten Barito Timur, melalui BPBD Damkar,” ungkapnya.
“Diharapkan kedepan agar ormas ini (PNJJK, -red) akan menjadi ormas yang peludi terhadap lingkungan, masyarakat dan sosial budaya yang ada di Gumi Jari Janang Kalalawah,” tandas Kurniawan.
![]()
Penulis : Yulius
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan