Tokoh Ulama Kharismatik Pengusung Perubahan, Didaulat Warga Nyalon Bupati Pandeglang

Jumat, 15 Maret 2024 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang-Banten, MNP – Aura ruh demokrasi di tanah air kita belakangan ini patut ditafakuri untuk ditasyakuri.

Karena hakikat demokrasi yang sebenarnya ini tengah terpuruk, ibarat buah busuk yang jatuh tak berbekas tak bermanfaat, karena tak bisa dinikmati pemilik pohonnya.

Dari personifikasi hal diatas, lalu hikmah apa yang dapat disyukuri setelah ditafakuri, dari buah tidak bermanfaat itu?

Kembali bermunculannya suatu fenomena, rakyat mendaulat satu figur pilihan dan harapan hatinya untuk kemudian mengusungnya, menjadikan figur itu sebagai calon pemimpin demokratis yang mereka kehendaki.

Fenomena tersebut, adalah pertanda kesejatian ruhnya demokrasi telah terlahir lagi di Tanah Air kita saat ini. Di tengah maraknya penistaan hingga pembunuhan brutal terhadap nyawa demokrasi bangsa Kita, yakni dari-oleh dan untuk rakyat, kini nyata terlahir kembali.

Meski tidak dimaknai dan tak disambut baik banyak kalangan yang memang belum memahami kedalaman arti demokrasi itu sendiri.

Dari ketiga alinea pengantar redaksi diatas Kita bergeser langsung ke substansi. Pilot Project narasi diatas adalah diusungnya tokoh Ulama di Pandeglang, oleh mayoritas warga Kab. Pandeglang.

Inilah figur KH. Ahmad Hafidz Rosyid, beliau adalah salah seorang tokoh masyarakat dari kalangan ulama, putera daerah asli dari Pandeglang Banten yang didaulat serta diusung mayoritas warga di Pandeglang untuk menjadi pemimpin mereka, sebagai Bupati Pandeglang periode 2024-2029 dari jalur netral alias independent.

Sebagaimana disampaikan jubir pengusungnya, Cece Sugandi, yang menyatakan bahwa, sosok yang mereka usung adalah Tokoh Ulama, yang memiliki dan sekaligus mengelola sebuah Yayasan, pemilik sekaligus pengasuh sebuah Pondok Pesantren.

Selain itu, beliau juga diketahui sebagai Ketua Forum Persaudaraan Islam (FPI) Kab. Pandeglang, yang berlokasi di Kampung Kadu Pinang-Kec. Mengger, Kab. Pandeglang-Banten.

Masih menurut Cece, dasar utama alasan mengusung sang Ulama adalah, visi dan misi yang kerap sejalan dan selaras, dengan aspirasi warga Pandeglang.

Terutama para warga yang menginginkan adanya suatu perubahan kondisi, menjadi lebih baik dan semakin baik, dinamis, berkelanjutan juga berkeadilan juga pada infrastruktur keagamaan, dilengkapi penunjang lainnya.

Hal itu guna mewujudkan cita-cita warga Pandeglang, menjadikan Pandeglang Kota Santri dan Alim Ulama di Banten. Dengan motto juang utamanya Pandeglang Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghafur.

Adapun motivasi integratif antara sang Ulama dengan masyarakat Pandeglang itu adalah, kesamaan visi antar mereka yakni upaya mereka untuk bisa mengembalikan, Pandeglang yang jujur, adil serta berkah untuk semua warga masyarakatnya.

KH. Ahmad Hafidz Rosyid, ialah salah satu dari sekian tokoh ulama besar kharismatik di Pandeglang, lahir dan besar di Pandeglang, istiqamah di dalam penegakan marwah Ammar Ma’ruf Nahyi Mungkar, baik di wilayah Pandeglang maupun skala Nasional.

Latar belakang pendidikan formal sang Ulama, adalah lulusan Aliyyah, juga pernah belajar secara mendalam di bidang keIslaman di pondok pesantren Salafiyyah cukup terkemuka di Pandeglang.

Disamping itu, KH. Ahmad Hafidz Rosyid pun telah teruji sebagai pakar Tahfidz Al-Qur’an. Dengan aktifitas kesehariannya belajar serta mengajar dari satu majlis ke majlis yang lain, mengamal kan keilmuan yang dimilikinya untuk turut mencerdas kan anak bangsa di wilayahnya secara konsisten, ikhlas dan komprehensif.

Atas dasar pertimbangan tersebut, terang Cece, masyarakat Pandeglang  meyakini, KH. Ahmad Hafidz Rosyid sangat layak untuk didukung dan usung ke bursa pencalonan Bupati di pilkada mendatang, sebagai bacalon Bupati Pandeglang, pasti akan dihantar dan dikawal hingga kemenangan.

“Mengingat julukan daerah Kami Kota Seribu Kiyai dan Sejuta Santri, sesuai awal sejarah Bupati Pandeglang dahulu, pertama dipimpin oleh Bupati seorang Kiyai, maka sekarang ini saatnya kembali dipimpin oleh figur Kiyai,” tutur Cece pada, MNPotret, Jumat (15/03/2024).

Karena Pak Kiyai ini lanjut Cece, diusung melalui jalur independen, maka saat ini semua masih terus berupaya, memobilisasi dan mengumpulkan copy KTP di berbagai wilayah di seluruh Pandeglang, sesuai quota di butuhkan untuk persyaratan administrasinya.

Itu karena Beliau bukan politisi parpol, juga bukan anggota apalagi pengurus parpol, tapi murni tokoh Ulama yang memiliki Ghiroh dari masyarakatnya. Untuk mau memimpin serta membangun Pandeglang ke depan menjadi lebih baik.

“Kami juga terus mensosialisasikan Beliau, membentuk jaringan pendukung disetiap wilayah kecamatan, hingga sekarang ini Alhamdulillah ini sudah sampai ke tingkat desa,” ungkap Cece.

“Berkat keseriusan tim Kami menyosialisasikan Beliau ke semua lapisan masyarakat, insha Alloh sudah bisa Kami perkirakan bakal mendapat dukungan sedikitnya 75 % perolehan suara dukungan,” tegas Cece.

Dan disetiap momen dakwah KH. Ahmad Hafidz Rosyid di wilayah itu selalu dideklarasikan ke warga masyarakat, tentang pencalonan Beliau sebagai calon Bupati Pandeglang, di sela-sela kegiatan dakwah Beliau.

“Karena Kami, para pecinta dakwah Islamiahnya Beliau, sangat yakin, bahwa beliau ini akan mampu memimpin dan membimbing, juga bisa membawa Pandeglang jauh lebih maju dan ber-Akhlaqul Kariimah di masyarakatnya,” imbuhnya.

Menurut Cece, inshaallah, Pak Kiyai ini adalah satu dari sekian banyak Ulama Pandeglang, yang berani dan siap tampil dan memiliki Ghiroh untuk memberikan kemajuan dan kemaslahatan Masyarakat Kabupaten Pandeglang.” Pungkas Cece, yang dikenal warga sana sebagai Ketum Relawan MILEA BANAP dari Pasangan caPres/Wapres AMIN di pemilu 2024 lalu.

Loading

Facebook Comments Box

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aktivitas Galian Tambang PT SLS Dikhawatirkan Genangi Jalan Penghubung Dorong – Matarah
Warga Kecamatan Bungursari Kategori Pra Sejahtera Terima Bansos Atensi 
PT KSL Perbaiki Jembatan Ambruk di Desa Karang Langit
Bupati Pakpak Bharat Pidato Tentang Nota Pengantar Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2023
SMAN 6 Kota Tasikmalaya Optimis Jawab Tantangan Era Digitalisasi Dunia Pendidikan
Pentas Seni Meriahkan Perpisahan Murid Kelas VI SDN 3 Sukarindik
Personel Sat Lantas Polres Wajo Edukasi Murid SDN 23 Assorajang, Terkait Sepeda Listrik dan Bullying
Tim Satgas UPP Wajo Sosialisasi Siap Awasi Pungli PPDB

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 16:16 WIB

Aktivitas Galian Tambang PT SLS Dikhawatirkan Genangi Jalan Penghubung Dorong – Matarah

Jumat, 21 Juni 2024 - 12:51 WIB

Warga Kecamatan Bungursari Kategori Pra Sejahtera Terima Bansos Atensi 

Jumat, 21 Juni 2024 - 11:05 WIB

PT KSL Perbaiki Jembatan Ambruk di Desa Karang Langit

Kamis, 20 Juni 2024 - 20:57 WIB

Bupati Pakpak Bharat Pidato Tentang Nota Pengantar Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2023

Kamis, 20 Juni 2024 - 19:29 WIB

SMAN 6 Kota Tasikmalaya Optimis Jawab Tantangan Era Digitalisasi Dunia Pendidikan

Kamis, 20 Juni 2024 - 18:35 WIB

Personel Sat Lantas Polres Wajo Edukasi Murid SDN 23 Assorajang, Terkait Sepeda Listrik dan Bullying

Kamis, 20 Juni 2024 - 18:30 WIB

Tim Satgas UPP Wajo Sosialisasi Siap Awasi Pungli PPDB

Kamis, 20 Juni 2024 - 18:23 WIB

Terkait Relokasi RSUD Siwa, DPRD Terima Aspirasi Solidaritas Pemuda Wajo

Berita Terbaru

Berita terbaru

PT KSL Perbaiki Jembatan Ambruk di Desa Karang Langit

Jumat, 21 Jun 2024 - 11:05 WIB