PT Djasinga Kecewa! Pemdes dan Warga Wirajaya Absen Pertemuan: Kasus Tanah Garapan Kembali Memanas

Selasa, 26 Maret 2024 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Polemik tanah garapan Hal Guna Usaha (HGU) di Blok Citalahab dan Blok Barangbang, Desa Wirajaya Kec. Jasinga Kab Bogor yang beberapa bulan lalu sempat ramai jadi sorotan banyak pihak.

Kasus yang sempat senyap beberapa bulan belakangan tersebut, Senin (25/03/2024) kemarin dikabarkan tengah ramai dan malah memanas kembali.

Diduga terpicu kekecewaan pihak perusahaan terhadap Pemerintah Desa Wirajaya, juga para warga penggarap lahannya tersebut, yang tak datang menghadiri agenda Pendataannya (pendataan Lahan Garapan Warga Desa Wirajaya : red).

Padahal dari agenda itu seharusnya dilakukan pendataan bersama-sama, sesuai dengan kesepakatan para pihak terkaitnya. Yakni antara pihak Penggarapnya, kemudian pemerintah Desa, dan pihak perusahaan yang akan mengurus kelanjutan hak penggarapan lahannya.

Namun pada hari yang telah ditentukan bersama itu, dari pemerintah dan warga desa (penggarap Tanah Garapan di blok Citalahab dan di blok Cibarangbang : red) itu tidak ada yang hadir sama sekali.

Sehingga mengecewakan bagi pihak perusahaan dan pihak pihak lain yang sudah hadir, seperti pihak ForKoPimCam Jasinga, yang sudah berada di lokasi bersama pihak dari perusahaan tersebut. Senin (25/3/2024).

Adalah Boy, perwakilan dari perusahaan dimaksud (PT. Djasinga), menyampaikan, bahwa kehadiran pihaknya dalam pendataan tersebut, bertujuan untuk melindungi kepentingan penggarapnya.

Namun ketidakhadiran dari PemDes Wirajaya juga para penggarap lahan itu semua, dinilainya menghambat bagi proses dalam pendataan itu sendiri.

Hal tersebut pulalah yang memicu kekecewaan pihaknya, yang menurutnya telah banyak berkorban bagi pihak PemDes Wirajaya dan para Warga Penggarap tadi.

Meski demikian kecewanya, pihak PT. Djasinga itu tetap berharap, agar ke depannya pihak Pemerintah Desa dan Penggarap Lahannya dapat lebih Proaktif, berpartisipasi dalam proses pendataan itu demi kepentingan bersama.

Karena menurutnya, pihak perusahaannya sudah terus menerus berupaya baik dan responsif, serta akomodatif, terhadap segala aspirasi dari kedua pihak tersebut.

“Hari ini pihak kami, dari PT. Djasinga sedang mendata Lahan-lahan Garapan, yang telah dimiliki Sertifikatnya oleh Yayasan Polri tersebut (ada berita terkaitnya : red). Karena dengan melakukan pendataan yang baik, setiap urusan pertanahan mudah diselesaikan dengan baik,” papar Boy.

Pihaknya ini sudah bertindak dengan baik serta prosedural, tanpa niat dzalim dan bertendensi mengintimidasi Penggarap.

“Kehadiran Kami disaksikan oleh pihak APH dari Polsek setempatnya, dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari PemDes yang memang seharusnya jadi pelindung dan pembela warga desanya,” tegas Boy.

Menurutnya, pendataan itu dilakukan atas permintaan dari para Penggarap lahan, yang bertujuan untuk dapat mendata semua tanaman di masing-masing lokasi yang mereka garap selama ini, di seluruh blok Tanah Garapan mereka.

“Agar perusahaan tadi bisa memberikan uang kerahiman, penggganti dari tanaman mereka itu, sesuai kesepakatan sebelumnya,” ujarnya.

Tetapi sangat disayangkan, sang Kepala Desa Wirajaya, Muhammad Basit, tak dapat memberikan jawaban sama sekali. Saat dikonfirmasikan perihal tersebut, yang sudah dipublikasikan di beberapa portal media massa Online.

Bahkan hingga berita terkait lnya diturunkan di MNP pun, yang bersangkutam masih tak merespons.

Dan karena bungkamnya itu, MNP akan verifikasi lebih lanjut kepada beberapa pihak terkait, demi terpenuhinya Kebutuhan Informasi Publik.

Facebook Comments Box

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Mitos Dibalik Keindahan Pantai Batu Karas, Konon Ada Raja Kebingungan
Yuk Mondok sambil Sekolah, Pontren Daarussa’adah Puspahiang Buka Pendaftaran Santri/Santriwati
Wedding Riezna Organizer Poles Momen Pernikahan Nisa dan Indri Jadi Meriah 
Pemdes Tampa Lanjutkan Program Pembangunan Gang Paring Manis RT 02
Ramaikan Pilkada, Pengusaha Muda Desa Suban ini Kandidat Balon Wabup Tanjabbar 
Pemilik Rumah Terendam Banjir Terima Bantuan Dinsos Kota Tasikmalaya
Kemenkeu Apresiasi Pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Sumedang
Pererat Silaturahmi, Koridor KDMI Ciamis Gelar Silaturahmi Pasca Lebaran

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 12:11 WIB

Mitos Dibalik Keindahan Pantai Batu Karas, Konon Ada Raja Kebingungan

Rabu, 17 April 2024 - 20:36 WIB

Yuk Mondok sambil Sekolah, Pontren Daarussa’adah Puspahiang Buka Pendaftaran Santri/Santriwati

Rabu, 17 April 2024 - 16:21 WIB

Wedding Riezna Organizer Poles Momen Pernikahan Nisa dan Indri Jadi Meriah 

Rabu, 17 April 2024 - 15:33 WIB

Pemdes Tampa Lanjutkan Program Pembangunan Gang Paring Manis RT 02

Rabu, 17 April 2024 - 15:22 WIB

Ramaikan Pilkada, Pengusaha Muda Desa Suban ini Kandidat Balon Wabup Tanjabbar 

Rabu, 17 April 2024 - 12:01 WIB

Kemenkeu Apresiasi Pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Sumedang

Rabu, 17 April 2024 - 11:52 WIB

Pererat Silaturahmi, Koridor KDMI Ciamis Gelar Silaturahmi Pasca Lebaran

Selasa, 16 April 2024 - 20:29 WIB

Ikuti Sidang Promosi di Unpas, Ivan Dicksan Resmi Bergelar Doktor

Berita Terbaru

Pesona Pantai Batu Karas, salah satu destinasi wisata Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat. (Photo Istimewa).

Berita terbaru

Mitos Dibalik Keindahan Pantai Batu Karas, Konon Ada Raja Kebingungan

Kamis, 18 Apr 2024 - 12:11 WIB

Berita terbaru

Pemdes Tampa Lanjutkan Program Pembangunan Gang Paring Manis RT 02

Rabu, 17 Apr 2024 - 15:33 WIB