Menyambut 2026: Saatnya Menantang Diri Melalui Kewirausahaan

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Memasuki tahun 2026, banyak individu mulai melakukan refleksi atas perjalanan karier yang telah dijalani.

Rasa jenuh terhadap rutinitas pekerjaan sering kali muncul, disertai dengan pertanyaan mendasar: apakah saya akan tetap berada di jalur yang sama, atau berani mengambil tantangan baru?

Salah satu pilihan yang kerap muncul dalam benak adalah menekuni dunia kewirausahaan.

Rendy Sudirman, S.E., M.M salah satu Dosen Program Studi Kewirausahaan fakultas Teknologi dan Bisnis Universitas BTH mengatakan, kewirausahaan bukan semata-mata tentang mencari keuntungan.

“Melainkan tentang keberanian mengambil keputusan, kemandirian dalam bertindak, serta kesediaan untuk bertanggung jawab penuh atas setiap risiko yang dihadapi,” katanya kepada MNP, Kamis (15/01/2026).

Menjadi seorang pebisnis memberikan ruang kebebasan yang luas dalam menentukan arah usaha, mengembangkan ide, dan menciptakan nilai yang bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, kebebasan tersebut menuntut kedewasaan berpikir dan kesiapan mental dalam menghadapi ketidakpastian.

Menurut Rendy, pada dasarnya, memulai bisnis bukanlah sesuatu yang mustahil, terutama bagi individu yang mampu membaca peluang.

Pemahaman terhadap tren pasar, minat konsumen, daya beli masyarakat, serta kondisi ekonomi menjadi modal awal yang sangat penting.

“Di era saat ini, kemampuan tersebut perlu diperkuat dengan pemanfaatan teknologi dan media digital yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Rendy pun mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia beraktivitas, berkomunikasi, dan memenuhi kebutuhannya.

Smartphone kini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sarana utama dalam bertransaksi, mencari informasi, dan mengambil keputusan pembelian.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk menciptakan produk dan layanan yang lebih relevan, efisien, dan bernilai tambah.

Namun demikian, teknologi juga dapat menjadi tantangan apabila pelaku usaha tidak mampu beradaptasi dengan cepat terhadap inovasi yang terus berkembang.

Selain teknologi, media sosial menjadi instrumen strategis dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Media sosial memungkinkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun merek, dan menjalin kedekatan dengan konsumen tanpa batasan ruang dan waktu.

“Meski demikian, keberhasilan di media sosial tidak hanya ditentukan oleh intensitas unggahan, melainkan oleh kualitas konten yang mampu menyampaikan nilai, cerita, dan keunikan produk secara autentik serta bertanggung jawab,” jelas Rendy.

Memasuki era Pemasaran 6.0, orientasi bisnis semakin bergeser dari sekadar menjual produk menuju penciptaan pengalaman konsumen yang berkesan.

Konsumen masa kini menginginkan produk yang sesuai dengan karakter, kebutuhan, dan preferensi personal mereka.

Tantangan bagi wirausahawan adalah bagaimana memenuhi keinginan tersebut tanpa kehilangan identitas dan jati diri usaha yang dibangun.

Diakui Rendy, bagi calon wirausahawan pemula, keterbatasan sumber daya sering kali menjadi hambatan utama.

“Namun, keterbatasan tersebut tidak seharusnya memadamkan semangat untuk memulai. Justru dari keterbatasan itulah lahir kreativitas, inovasi, dan diferensiasi yang menjadi keunggulan bersaing,” ungkapnya.

Pertanyaannya bukan lagi apakah kita mampu bersaing dengan perusahaan besar, melainkan bagaimana kita memulai dengan langkah yang tepat. ”

Langkah awal kewirausahaan dapat dimulai dengan memperkaya pengetahuan dan wawasan bisnis, meningkatkan kepekaan terhadap masalah dan peluang di sekitar, aktif mengikuti perkembangan informasi.

Selain media digital, serta membangun jejaring melalui seminar dan komunitas kewirausahaan, proses tersebut tidak hanya membekali individu dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir wirausaha yang adaptif, tangguh, dan berorientasi pada solusi.

Pada akhirnya, kewirausahaan adalah perjalanan pembelajaran yang berkelanjutan.

“Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku yang berani mengambil peran, menciptakan peluang, dan memberikan dampak nyata melalui usaha yang dibangun,” pungkasnya.

Loading

Facebook Comments Box

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Sekaligus Resmikan Masjid Asmaul Husna di Kelara
DKM dan Jama’ah Masjid Jami’ At-taqwa Kp. Cikiruh Gelar Jumling-Peringatan Isra’-Mi’raj Bersama Pemdes Petir
Gedor Kemenkes RI, Bupati Pakpak Bharat Ajukan Proposal Rp42 Miliar untuk Transformasi RSUD Salak
Transparansi Berbuah Prestasi, Desa Salak I Raih Penghargaan Laporan APBDes Terbaik 2025
Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unsil Sosialisasikan Anemia dan Pergaulan Bebas di SMPN 3 Cikatomas
Geger Dugaan Penculikan Anak di Mangkubumi, Polisi: Terduga Pelaku Alami Gangguan Jiwa
Istimewa!! Ketua DPRD Kota Tasik dan Lima Anggota Dewan Hadiri Musrenbang Cibunigeulis 2027
Bias Layar Siap Perjuangkan Penanganan Ruas Jalan Nasional Ampah –Tamiang Layang

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:11 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Sekaligus Resmikan Masjid Asmaul Husna di Kelara

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:00 WIB

DKM dan Jama’ah Masjid Jami’ At-taqwa Kp. Cikiruh Gelar Jumling-Peringatan Isra’-Mi’raj Bersama Pemdes Petir

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:36 WIB

Gedor Kemenkes RI, Bupati Pakpak Bharat Ajukan Proposal Rp42 Miliar untuk Transformasi RSUD Salak

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:35 WIB

Transparansi Berbuah Prestasi, Desa Salak I Raih Penghargaan Laporan APBDes Terbaik 2025

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:28 WIB

Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unsil Sosialisasikan Anemia dan Pergaulan Bebas di SMPN 3 Cikatomas

Berita Terbaru