Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Poto : Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk dan Ketua BPD Irianus

Ket Poto : Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk dan Ketua BPD Irianus

BARITO TIMUR, MNP — Polemik dugaan proyek fiktif senilai Rp400 juta di Desa Gandrung, Kabupaten Barito Timur, kian memanas. Setelah ramai disorot publik dan memunculkan berbagai spekulasi

Menyikapi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman (PUPR Perkim) Barito Timur, Yumail J Paladuk, akhirnya buka suara dan membantah keras seluruh tudingan tersebut.

Dengan nada tegas, Yumail menyebut dua proyek yang dipersoalkan itu benar-benar ada dan telah dikerjakan di lapangan.

Dua pekerjaan tersebut yakni Jalan Bantayum dan Jalan Inspeksi Pertanian Badampu belakang kuburan, masing-masing bernilai Rp200 juta atau total Rp400 juta dari anggaran tahun 2025.

“Silakan cek langsung ke lapangan. Kalau ada pernyataan Ketua BPD Erianus yang mengatakan tidak tahu dan tidak ada proyek, itu bohong,” tegas Yumail saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Minggu (24/5/2026).

Pernyataan itu menjadi bantahan terbuka terhadap tudingan sebelumnya yang menyebut proyek tersebut diduga fiktif lantaran tidak diketahui pemerintah desa maupun sebagian warga setempat.

Bahkan, isu itu sempat berkembang liar dan memantik sorotan publik terkait dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan PUPR Perkim Bartim.

Yumail mengaku pihaknya tidak hanya sekadar membantah secara lisan. Ia menyebut dokumentasi pekerjaan berupa foto dan video telah dikirimkan kepada media sebagai bukti bahwa proyek tersebut memang ada dan sudah dikerjakan.

“Saya sudah kirim foto dan video ke sampean, silakan sampaikan juga ke Erianus,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Yumail juga menegaskan bahwa persoalan dua proyek tersebut telah melalui pemeriksaan aparat pengawasan internal maupun aparat penegak hukum. Menurutnya, proyek itu sudah diperiksa oleh Inspektorat dan Satreskrim Polres Barito Timur.

“Pekerjaan ini sudah diperiksa Inspektorat dan juga sudah diperiksa Satreskrim Polres Bartim,” katanya.

Pernyataan keras dari Kepala Dinas PUPR Perkim Bartim itu sekaligus membuka babak baru dalam polemik dugaan proyek fiktif yang sebelumnya mencuat ke publik.

Sebab sebelumnya, Ketua BPD Gandrung, Erianus, bersama seorang warga bernama Cristian Anugrahnu, mengaku tidak mengetahui adanya proyek pembangunan dari Dinas PUPR Perkim di wilayah mereka pada tahun anggaran 2025.

Namun, pihak dinas menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Kalau bilang tidak ada proyek tahun 2025, itu bohong,” tandas Yumail kembali.

Kasus ini kini memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Jika proyek benar-benar ada dan telah diperiksa aparat, mengapa muncul pengakuan dari pihak desa dan warga yang menyebut tidak mengetahui pekerjaan tersebut?

Sebaliknya, jika proyek memang telah terlaksana, sejauh mana keterlibatan pemerintah desa dalam proses pengawasan dan informasi pembangunan?

Polemik ini pun menjadi ujian serius bagi transparansi penggunaan anggaran daerah di Barito Timur. Di satu sisi, publik menuntut keterbukaan dan akuntabilitas penggunaan uang negara.

Namun di sisi lain, tudingan tanpa data valid juga berpotensi menimbulkan kegaduhan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kini, masyarakat menunggu pembuktian lebih lanjut di lapangan — apakah proyek tersebut benar-benar berjalan sesuai perencanaan, atau justru masih menyisakan persoalan lain yang belum terungkap.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus
Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif
Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil
Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan Negara Dikelola Swasta Tanpa Libatkan Masyarakat
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Angkat Trofi BRI Super League 
Adu Mulut KNPI Dramaga vs Humas RSKBP Warnai Kegiatan Baksos Khitanan Massal Gratis
Apresiasi Kinerja, Ketua MDC Hadiahi Anggota Tiket Laga Persib VS Persijap 
Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Polisi Obrak-abrik Sarang Narkoba di Perbatasan Dairi – Pakpak Bharat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:59 WIB

Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:49 WIB

Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WIB

Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:47 WIB

Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan Negara Dikelola Swasta Tanpa Libatkan Masyarakat

Berita Terbaru