TASIKMALAYA, MNP – Suasana tenang di wilayah Babakan Dadap, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis malam, 15 Januari 2026.
Warga dikejutkan oleh dugaan upaya penculikan seorang anak yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran mendalam, terutama di kalangan para orang tua yang tinggal di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang anak diketahui menjadi sasaran dugaan penculikan saat berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecurigaan warga bermula dari perilaku tidak wajar yang ditunjukkan oleh seorang pria yang belakangan diketahui merupakan warga wilayah Gargadung, Cigantang, Mangkubumi.
Gerak-gerik mencurigakan tersebut memicu perhatian masyarakat sekitar yang kemudian bertindak cepat untuk memastikan keselamatan anak tersebut.
Berkat kepekaan sosial dan respons sigap warga, dugaan upaya penculikan berhasil digagalkan sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.
Anak yang diduga menjadi korban segera diamankan oleh warga, sementara terduga pelaku diamankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa kewaspadaan kolektif masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya bagi anak-anak.
Fakta bahwa terduga pelaku berasal dari wilayah terdekat justru menambah kegelisahan warga. Hal ini menjadi pengingat bahwa potensi ancaman tidak selalu datang dari pihak luar, melainkan bisa muncul dari lingkungan sekitar yang selama ini dianggap aman.
Kondisi tersebut menyentuh sisi psikologis masyarakat dan memicu refleksi bersama mengenai pentingnya kepedulian sosial dan pengawasan bersama.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian dan ditangani sesuai prosedur hukum. Aparat kepolisian setempat melakukan pemeriksaan awal serta pengembangan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan motif di balik kejadian tersebut.
Namun, berdasarkan hasil pendalaman lebih lanjut, pihak kepolisian menyampaikan bahwa terduga pelaku diketahui mengalami gangguan kejiwaan berat atau stres.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, penanganan kasus dilakukan secara humanis dan situasi dinyatakan telah terselesaikan pada malam yang sama.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi, bersikap kooperatif, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Penyebaran kabar yang tidak akurat dikhawatirkan dapat memicu keresahan sosial dan memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi seluruh elemen masyarakat akan perlunya sinergi antara warga dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari, serta komunikasi yang baik antarwarga menjadi kunci utama pencegahan kejadian serupa.
Dengan meningkatnya kewaspadaan, kepedulian sosial, dan kepercayaan terhadap proses hukum, diharapkan rasa aman dapat kembali tumbuh di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kejadian di Mangkubumi ini sekaligus menjadi cermin bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.
![]()
Penulis : Arrie Haryadi
Editor : Redi Setiawan






