Tasikmalaya, MNP – Anak yatim se-Kecamatan Bungursari ikut bergabung dalam acara BigBukBer di Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
Namun, hanya anak yatim di kelurahan Bungursari saja yang tidak mewakili untuk ikut kepada acara yang digagas Yayasan Pesantren Laskar Langit tersebut.
Habib selaku Koordinator Kecamatan Bungursari mengatakan, semua yang terlibat dalam kegiatan BigBukBer kemarin dari berbagai organisasi dan komunitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk kelurahan Bungursari, Habib mengaku sudah meminta Dian ketua Katar kel Bungursari untuk jadi relawan. Tapi dikarenakan dia sedang sibuk banyak kegiatan, lalu meminta rekannya yaitu saudara Alfin.
“Alfin menyatakan siap untuk pendataan dan pendampingan anak yatim wilayah kel Bungursari,” kata Habib, Senin (03/04/0/2023).
Namun lanjut dia, tiap dipinta data, selalu bilang besok, bahkan H-1 pun masih bilang siap sampai acara dimulai pin data anak yatim tidak dikirim.
“Seandainya dari awal beliau bilang tidak siap, mungkin saya mencari orang lain yang siap jadi relawan,” sebut Habib.
“Saya juga mewakili Alif dari relawan kelurahan Bungursari menyampaikan maaf atas kejadian ini,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna kelurahan Bungursari Dian Nurdiansyah minta maaf kepada masyarakat kelurahan Bungursari dan panitia acara santunan 2323 anak yatim di Masjid Agung kota Tasikmalaya karena tidak mengirimkan perwakilannya.
“Ada mis komunikasi, ya waktu itu kami ditunjuk oleh koordinator Kecamatan untuk menjadi koordinator kelurahan di acara BigBukBer,” imbuh Dian.
Karena waktu itu jadwal kegiatan sangat padat, dirinya pun memberi mandat kepada salah satu anggota karang taruna untuk menggantikannya di posisi sebagai koordinator kelurahan.
“Saya tegaskan kembali sangat menyesalkan anak anak yatim di kelurahan kami tidak jadi bagian acara tersebut, tidak ada yang salah atas kejadian ini dan tidak perlu menyalakan siapa siapa ini hanya mis komunikasi,” ujarnya.
Menurutnya, seharusnya waktu itu sebelum acara BigBukBer kedua belah pihak secara fleksibel saling mengirim dan menerima pesan atau informasi, jika komunikasi dibangun dengan baik pasti tidak akan ada kesalahan seperti kemarin.
“Sekali lagi atas nama pribadi saya minta maaf kepada panitia Bigbukber, masyarakat kelurahan Bungursari dan anak anak yatim di kelurahan Bungursari mudah mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (Gobreg).
![]()









Tinggalkan Balasan