LUWU TIMUR, MNP – Sebuah terobosan cerdas dan strategis dalam upaya memperkuat ketahanan pangan antar daerah di Sulawesi Selatan kembali ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten Enrekang.
Pada momentum yang sangat prestisius, Pemerintah Kabupaten Enrekang dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi menandatangani kesepakatan bersama (MoU) terkait distribusi dan pemenuhan pasokan pangan komoditas strategis.
Penandatanganan bersejarah yang akan membuka keran pasar baru bagi produk pertanian unggulan Bumi Massenrempulu ini dilaksanakan pada Jumat malam (9/10/2026), bertempat di kawasan ekslusif Taman Antar Bangsa (TAB) PT Vale Indonesia, Sorowako, Luwu Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan monumental tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Enrekang, Hasbar, S.IP., M.Si., hadir secara langsung mewakili Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, untuk melakukan penandatanganan naskah kesepakatan bersama dengan pihak Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Kehadiran Hasbar yang juga didampingi jajaran menjadi bukti keseriusan Pemkab Enrekang dalam menjalin sinergi dan memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian Enrekang yang selama ini dikenal melimpah, seperti bawang merah, sayuran dataran tinggi, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya, agar tidak hanya beredar di wilayah Enrekang saja, melainkan bisa menembus pasar industri besar seperti di Luwu Timur.
Penandatanganan MoU yang penuh dengan semangat kolaborasi ini dilaksanakan di sela-sela perhelatan akbar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Luwu Timur.
Perayaan HUT Koperasi tahun ini berlangsung sangat meriah dan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan besar, mulai dari Pekan Expo UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, seminar perkoperasian nasional, kunjungan langsung Menteri Koperasi dan UKM RI, wisata jelajah Danau Matano yang eksotis, hiburan rakyat, hingga lomba antar gerakan koperasi.
Momentum ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Enrekang untuk melakukan lobi-lobi ekonomi antar daerah.
Usai melakukan penandatanganan, Hasbar mengatakan bahwa kerja sama strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk memperkuat hubungan persaudaraan dan hubungan ekonomi antar daerah, khususnya dalam hal menjaga ketersediaan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi pangan.
“Melalui kesepakatan ini, kami berharap potensi pangan yang dimiliki Kabupaten Enrekang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sinergi antardaerah sangat penting agar distribusi pangan berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi petani maupun masyarakat,” ujar Hasbar dengan penuh optimisme.
Menurutnya, Luwu Timur sebagai daerah industri dengan kebutuhan pangan yang sangat tinggi dari ribuan karyawan PT Vale merupakan pasar yang sangat potensial bagi petani Enrekang.
Lebih jauh, kerja sama ini dipandang sebagai langkah maju dan visioner untuk memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh di Sulawesi Selatan, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas dan lebih menjanjikan bagi produk pertanian Enrekang agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Selama ini, petani Enrekang seringkali terkendala masalah distribusi dan anjloknya harga saat panen raya, namun dengan adanya jaminan pasar dari Luwu Timur, diharapkan kesejahteraan petani akan semakin meningkat.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, produk pertanian segar dari pegunungan Enrekang kini siap membanjiri dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan kawasan industri di Bumi Batara Guru, Luwu Timur, sehingga tercipta simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara kedua kabupaten.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan