FATAS dan Bikers Advokat Tasikmalaya Perkuat Soliditas, Tegaskan Bikers Beda dengan Geng Motor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Bukan sekadar memacu kendaraan. Di balik deru mesin dan perjalanan roda dua, para advokat yang tergabung dalam Forum Advokat Tasikmalaya (FATAS) dan Bikers Advokat Tasikmalaya membawa pesan tentang persaudaraan, solidaritas, serta kontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Kopdar & Touring Tips yang digelar Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan tujuan Arga Hot Spring, kawasan Curug Badak, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Mengusung semangat “Law Ride Brotherhood”, kegiatan tersebut dikemas dengan konsep berbaur dengan alam sekaligus memperkuat komunikasi antar sesama advokat.

Bagi FATAS, kegiatan tersebut bukan sekadar rekreasi. Di tengah rutinitas para advokat yang sehari-hari berkutat dengan persoalan hukum dan melakukan advokasi masyarakat, ruang kebersamaan dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi.

Mohamad Ihsan Suryanagara, S.H., M.H., selaku Ketua FATAS sekaligus Ketua Bikers Advokat Tasikmalaya, mengatakan pemilihan lokasi bernuansa alam merupakan bagian dari upaya memberikan ruang penyegaran bagi para advokat.

“Berbaur dengan alam memberikan oksigen dan spirit yang luar biasa. Teman-teman sehari-hari melakukan advokasi terhadap orang-orang yang membutuhkan. Sekarang kita mencoba melakukan reverse dengan berbaur bersama alam,” ujar Ihsan.

Menurutnya, kekuatan FATAS tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi, tetapi juga pada komunikasi, kebersamaan dan kemauan para anggotanya untuk saling menguatkan.

“FATAS ini menjadi forum untuk saling bertukar pikiran, berdiskusi dan saling menguatkan sesama advokat di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

Di balik kegiatan touring tersebut, FATAS juga membawa pesan yang lebih luas terkait citra komunitas kendaraan bermotor.

Ihsan menegaskan bahwa masyarakat perlu membedakan antara komunitas pecinta kendaraan bermotor dengan kelompok yang menggunakan sepeda motor untuk melakukan tindakan kriminal.

Menurutnya, penggunaan sepeda motor sebagai sarana berkumpul atau touring tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan fenomena geng motor. Karena itu, generalisasi terhadap seluruh komunitas pengguna kendaraan bermotor dinilai tidak tepat.

“Harus dibedakan antara pecinta kendaraan dengan geng motor. Geng motor adalah kelompok yang melakukan tindakan kriminal dengan menggunakan sepeda motor sebagai alat. Sementara kami adalah para advokat yang memiliki kecintaan terhadap sepeda motor,” tegasnya.

FATAS sebelumnya juga turut terlibat dalam pertemuan bersama 17 elemen komunitas pecinta kendaraan bermotor yang diinisiasi melalui Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tasikmalaya.

Bagi FATAS, komunitas kendaraan bermotor justru dapat menjadi ruang untuk membangun silaturahmi, edukasi dan kegiatan sosial apabila dikelola secara tertib dan bertanggung jawab.

Karena itu, Ihsan membuka kemungkinan Bikers Advokat Tasikmalaya mengambil bagian dalam edukasi kepada klub maupun komunitas kendaraan bermotor.

“Rencana untuk memberikan edukasi kepada teman-teman klub motor mungkin saja dilakukan. Namun tentunya harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan pengurus,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut dapat dimulai dari keteladanan komunitas itu sendiri.

“Kita memberikan contoh bahwa kami adalah pecinta motor yang tertib, tidak melakukan hal-hal negatif dan tentu mencintai Kota Tasikmalaya. Karena itu harus memberikan kontribusi yang baik untuk Kota Tasikmalaya,” katanya.

Sementara itu, Hendi Haryadi, S.H., salah satu inisiator FATAS sekaligus Bikers Advokat Tasikmalaya, mengatakan komunitas tersebut telah berjalan sekitar satu tahun sejak dibentuk pada Juni 2025.

Menurut Hendi, perbedaan latar belakang organisasi advokat tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.

“Kurang lebih satu tahun dari berdirinya pada Juni 2025 sampai sekarang Bikers Advokat masih solid. Walaupun ada beberapa organisasi advokat, kita tetap bergabung. Kita tidak memandang advokat dari organisasi mana, dari mana pun dan siapa pun, kita tetap kompak,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah anggota Bikers Advokat Tasikmalaya disebut telah mencapai sekitar 90 orang. Namun, bagi Hendi, pertumbuhan komunitas tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota.

“Tujuan awal adanya FATAS atau Bikers Advokat ini adalah mempersatukan kalangan advokat dan mempererat persaudaraan,” katanya.

Semangat tersebut dirangkum dalam prinsip sederhana yang mereka pegang, yakni “pirage ulin teu kudu riweuh”—berkegiatan bersama tanpa harus membuat suasana menjadi rumit.

Hendi menjelaskan, FATAS sendiri merupakan wadah khusus bagi kalangan advokat. Meski demikian, terdapat ruang keanggotaan yang disesuaikan dengan bentuk kontribusi masing-masing.

“FATAS adalah wadah khusus untuk advokat. Tidak ada ruang selain advokat. Namun sifatnya inklusif dalam arti kita terbuka bagi siapa pun yang memiliki niat dan cita-cita untuk membesarkan organisasi. Ada anggota kehormatan, member dan honorer,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mohamad Ihsan Suryanagara juga menyampaikan apresiasi kepada Haji Eki dari Mekar Hidayah Motor yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap perkembangan Bikers Advokat Tasikmalaya sejak awal berdiri.

“Atas nama rekan-rekan FATAS maupun Bikers Advokat Tasikmalaya, saya sangat mengucapkan terima kasih kepada Pak Haji Eki dari Mekar Hidayah Motor yang sejak awal berdiri sampai saat ini konsisten memberikan kontribusi untuk membesarkan Bikers Advokat Tasikmalaya,” tutur Ihsan.

Bagi FATAS, soliditas organisasi tidak berhenti pada aktivitas internal. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi energi positif yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Di tengah perhatian publik terhadap fenomena geng motor dan perilaku negatif di jalan raya, FATAS melalui Bikers Advokat Tasikmalaya berupaya menunjukkan identitas berbeda, komunitas yang mengedepankan ketertiban, persaudaraan, tanggung jawab dan kontribusi sosial.

Pesannya jelas, mencintai sepeda motor bukan berarti identik dengan perilaku kriminal. Roda dua bagi mereka bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga medium membangun silaturahmi.

Sementara profesi advokat bukan hanya tentang ruang sidang dan perkara hukum, melainkan juga tentang bagaimana membangun komunikasi, solidaritas dan kehadiran yang memberi nilai positif di tengah masyarakat.

Dengan semangat “Law Ride Brotherhood”, FATAS dan Bikers Advokat Tasikmalaya ingin menjadikan kebersamaan bukan sekadar slogan, tetapi bagian dari identitas komunitas yang tertib, solid dan bertanggung jawab.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Puluhan Pekerja Masuki Lahan PT SBL Inhu, Dasar Hukum KSO Agrinas-Java Victory Dipertanyakan
Dodi Nefeldi Sosialisasikan Ranperda Perlindungan Perempuan di Teluk Sungkai
50+ Hektare Eks MJAP di Bartim Terbakar, Penegakan Hukum Kini Diuji
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Polsek Kuala Cenaku Dorong Ketahanan Pangan di Tanjung Sari
Aliansi UMKM Bogor Raya Demo BRI KCP Sindang Barang, Desak Bank Jangan Persulit KUR
Aliansi Gemarindra Kepung Gedung DPR-RI dan BPK, Desak Audit Tiga Nama Pejabat
Kuasa Hukum Kings Family Karaoke Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Terjadi Penutupan
Dualisme Manajemen Plus Kepemimpinan di Terminal Bubulak Diduga Memicu Masalah Kompleks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:17 WIB

FATAS dan Bikers Advokat Tasikmalaya Perkuat Soliditas, Tegaskan Bikers Beda dengan Geng Motor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Puluhan Pekerja Masuki Lahan PT SBL Inhu, Dasar Hukum KSO Agrinas-Java Victory Dipertanyakan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Dodi Nefeldi Sosialisasikan Ranperda Perlindungan Perempuan di Teluk Sungkai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:12 WIB

50+ Hektare Eks MJAP di Bartim Terbakar, Penegakan Hukum Kini Diuji

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Polsek Kuala Cenaku Dorong Ketahanan Pangan di Tanjung Sari

Berita Terbaru