Konferensi Kerja PGRI ke 2, Wali Kota: Sebagai Acuan Evaluasi Organisasi

Kamis, 10 November 2022 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Wali Kota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf menghadiri sekaligus membuka Konferensi Kerja ke-2 gelaran PGRI Kota Tasikmalaya di Rumah Makan Sambal Hejo, Jalan Letjen Mashudi, Kamis (10/11/22)

Acara tersebut Mengambil tema Bersama PGRI Kota Tasikmalaya Masagi Mendukung Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka

Wali Kota Tasikmalaya mengatakan, atas nama pribadi dan Pemerintahan menyambut baik dengan dilaksanakannya Konferensi Kerja ke-2 PGRI Kota Tasikmalaya tahun 2022 ini.

“Mudah-mudahan melalui konferensi kerja ini, nantinya dapat menghasilkan sinergitas dan keselarasan program kerja PGRI Kota Tasikmalaya dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan Pemerintah Daerah sebagai acuan dan evaluasi organisasi,” harap Wali Kota.

Sejatinya kata dia, Konferensi kerja PGRI ini merupakan kesempatan yang baik bagi seluruh pengurus dan anggota PGRI Kota Tasikmalaya untuk melakukan evaluasi kegiatan organisasi yang sudah dilakukan selama ini.

“Suksesnya pembangunan pendidikan di Kota Tasikmalaya tidak terlepas dari kerja keras PGRI yang berjuang dengan gigih, bahu membahu demi kejayaan dan kemajuan Negeri yang kita cintai ini,” tegas Wali Kota.

Dijelaskan, dalam memasuki era revolusi industri 4.0 khususnya dunia pendidikan, pihak sekolah, Guru dan siswa hidup dalam dunia digital yang serba maju.

“Dalam kaitan ini, keberadaan dan peran Guru menjadi amat penting, terlebih dalam upaya mewujudkan para siswa yang melek pada literasi digital,” terang Wali Kota.

Dirinya mengimbau, bagi sekolah dan guru, jangan salah memanfaatkan teknologi yang tersedia, namun yang tidak kalah penting adalah values atau nilai soft skills empati kolaborasi yang mendasari anak didik sebagai bekal kehidupan mereka ke depannya.

Menurut Wali Kota, seorang guru dituntut untuk dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, bermiral, beretika serta berbudaya.

Mensiasati hal itu, Guru di era digital tidak saja sebagai sumber pengetahuan belaka, tidak boleh hanya berhenti sebagai agen dari transfer of knowledge namun juga sebagai agen transfer of value,

“Dimana nilai-nilai karakter serta moral dapat ditularkan dan di internalisasikan kepada diri peserta didik, “pungkasnya. (Momo)

Loading

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Bazar Murah untuk Masyarakat
Penghormatan untuk Almarhum, PSSI Kota Tasikmalaya Hentikan Turnamen Sepak Bola U-40
Warga Pasir Angin Lebak Tasikmalaya Sambut Baik Pembangunan TPT Lingkungan
Perkuat Akar Rumput Menuju Pemilu 2029, DPD NasDem Kota Tasikmalaya Gelar Pendidikan Politik dan Verifikasi Faktual
Dugaan Jual Beli Proyek Revitalisasi 2026 di SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Mencuat ke Publik
Sambut HUT ke-81 TNI, Gerakan Pangan Murah dan Bazar UMKM Diserbu Warga Tasikmalaya
Tingkatkan Ekonomi Warga, Kelurahan Sukajaya Gelar Pelatihan Tata Boga dan Menu Prasmanan
Jangan Coba Potong Dahannya! Pohon Raksasa di SDN Rodok Simpan Kisah Mencekam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:40 WIB

Semarakkan HUT ke-81 TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Bazar Murah untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 17:49 WIB

Penghormatan untuk Almarhum, PSSI Kota Tasikmalaya Hentikan Turnamen Sepak Bola U-40

Selasa, 22 September 2026 - 15:43 WIB

Warga Pasir Angin Lebak Tasikmalaya Sambut Baik Pembangunan TPT Lingkungan

Selasa, 22 September 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Akar Rumput Menuju Pemilu 2029, DPD NasDem Kota Tasikmalaya Gelar Pendidikan Politik dan Verifikasi Faktual

Selasa, 22 September 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Jual Beli Proyek Revitalisasi 2026 di SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Mencuat ke Publik

Berita Terbaru