Potret Gelap PKBM di Garut, Antara Manipulasi Data dan “Bancakan” Anggaran

Jumat, 10 April 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT , MNP – Sejatinya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah “jembatan emas” bagi warga Garut yang terputus akses pendidikannya.

Ia adalah harapan bagi mereka yang ingin memperbaiki nasib lewat jalur nonformal agar memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman.

Namun, temuan lapangan kami di Garut Governance Watch (GGW) justru mengungkap sisi gelap yang kontras: PKBM tak jarang hanya menjadi kedok administratif untuk menyedot anggaran negara.

Berdasarkan data Dapodik tahun 2026, tercatat ada 299 PKBM yang tersebar di 42 kecamatan di Kabupaten Garut.

Secara kuantitas, angka ini fantastis. Namun secara kualitas dan tata kelola, kami menemukan aroma busuk manipulasi yang sistemik.

Realitas Pahit di Pakenjeng: Siswa “Gaib” dan Ruang Kelas Fiktif

Investigasi GGW di Kecamatan Pakenjeng menjadi potret kecil dari borok yang lebih besar. Di sana, kami menemukan ketimpangan yang sangat vulgar antara data di atas kertas dengan fakta di lapangan.

Sebuah PKBM yang dalam Dapodik mengeklaim memiliki empat ruang kelas, faktanya hanya memiliki satu ruangan.

Mirisnya lagi, ruangan tersebut dilaporkan warga lebih sering disewakan untuk kegiatan di luar belajar-mengajar.

Fenomena “siswa gaib” juga menguat. Warga sekitar bahkan banyak yang tidak tahu ada aktivitas pendidikan di sana. Jika di Dapodik jumlah peserta didik membengkak namun di lapangan kelasnya sepi.

Maka patut diduga ada manipulasi data untuk memperbesar kucuran dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Ini bukan sekadar lemahnya administrasi, ini adalah potensi kerugian negara.

Kegagalan Pengawasan dan Ancaman IPM

Sangat disayangkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut seolah menutup mata atau setidaknya gagal menjalankan fungsi supervisi.

Banyaknya PKBM yang belum terakreditasi namun tetap beroperasi tanpa pengawasan ketat adalah bukti nyata bahwa tata kelola kita sedang “sakit”.

Dana besar yang digelontorkan pemerintah untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Garut justru menguap pada program-program yang output-nya tidak jelas.

Jika PKBM hanya dijadikan komoditas oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi, maka cita-cita mencerdaskan bangsa hanyalah bualan belaka.

Permasalahan PKBM di Garut sudah sangat kompleks dan sistemik. Kami di GGW mendesak:

1. Dinas Pendidikan Garut untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap seluruh PKBM, bukan sekadar verifikasi administratif formalitas.

2. Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mulai menelusuri dugaan tindak pidana korupsi terkait manipulasi data Dapodik dan penyalahgunaan dana operasional PKBM.

PKBM harus menjadi solusi bagi peningkatan kualitas SDM Garut, bukan malah menjadi isu kontroversi yang memalukan.

Jangan biarkan anggaran pendidikan menjadi “bancakan” oknum, sementara rakyat tetap terbelenggu dalam ketertinggalan pendidikan.

Garut butuh aksi nyata, bukan sekadar laporan data yang terlihat indah di meja birokrasi namun busuk di lapangan.

Loading

Penulis : Bung Maul

Berita Terkait

Asep Endang M Syams: 81 Tahun Merdeka, Perjuangan Melawan Ketimpangan Belum Selesai
Mafirion Desak Agrinas Evaluasi Mitra Perkebunan Pemicu Konflik di Riau
Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an
Rajut Kebersamaan, Warga Mutiara Citra Tasikmalaya Tumplek Ikuti Lomba HUT RI
Semangat Kemerdekaan Dusun Lumu Kampung, Warga Teluk Sungkai Antusias Ikuti Perlombaan 
Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-81 di Kabupaten Jeneponto Berlangsung Khidmat
Sambut Kemeriahan HUT ke-81 RI, Warga Bungursari Gotong Royong Bersihkan Akses Jalan Kecamatan
HUT ke-81 RI di Pakpak Bharat: Kapolres dan Danyonif 906/SG Terima Penghargaan Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Asep Endang M Syams: 81 Tahun Merdeka, Perjuangan Melawan Ketimpangan Belum Selesai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Mafirion Desak Agrinas Evaluasi Mitra Perkebunan Pemicu Konflik di Riau

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Rajut Kebersamaan, Warga Mutiara Citra Tasikmalaya Tumplek Ikuti Lomba HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Semangat Kemerdekaan Dusun Lumu Kampung, Warga Teluk Sungkai Antusias Ikuti Perlombaan 

Berita Terbaru

Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Riau II, H. Mafirion

Berita terbaru

Mafirion Desak Agrinas Evaluasi Mitra Perkebunan Pemicu Konflik di Riau

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:19 WIB

Berita terbaru

Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an

Senin, 17 Agu 2026 - 20:35 WIB