TASIKMALAYA, MNP – Sebagai upaya nyata dalam menekan angka stunting melalui kesehatan remaja, mahasiswa KKN Universitas Siliwangi (Unsil) Kelompok 26 Desa Cilumba menggelar sosialisasi kesehatan di SMPN 3 Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (15/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Cikalong, Desa Cilumba ini, memfokuskan pada pencegahan anemia serta pemahaman mengenai dampak buruk pergaulan bebas bagi generasi muda.
Kepala SMPN 3 Cikatomas, Asep Andri Gunawan Junaidi, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, edukasi ini sangat krusial mengingat para siswi adalah calon ibu di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak-anak perempuan kita nantinya akan memiliki keturunan. Pengetahuan tentang anemia sangat bermanfaat agar mereka ‘melek’ kesehatan sejak dini. Saya berharap ini juga menjadi pagar bagi anak-anak agar terhindar dari pergaulan bebas, apalagi daerah kita dikenal religius dan agamis,” ujar Asep.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa terus melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat meski masa KKN telah usai.
Dukungan senada datang dari tenaga medis setempat. Kepala Pustu Cilumba, Toto Toharis, A.Md.Kep., menekankan pentingnya praktik nyata setelah sosialisasi, terutama dalam konsumsi tablet penambah darah (TTD).
“Anemia dan stunting itu saling berkaitan erat. Kami berharap setelah sosialisasi ini, para siswa lebih disiplin meminum obat penambah darah dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seperti cek tinggi serta berat badan agar indikator kesehatan (IOP) tercapai,” jelas Toto.
Koordinator Desa KKN 26 Cilumba, Egi Fadly Hidayat, mengaku bangga dengan sambutan luar biasa dari pihak sekolah. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan cek kesehatan bagi para peserta didik.
“Antusiasme siswa sangat tinggi dari awal hingga akhir. Ini adalah langkah awal kami. Kami berharap program edukasi kesehatan ini bisa terus berlanjut secara continue demi mendukung target penurunan angka stunting di Indonesia,” ungkap Egi.
Manfaat edukasi ini pun dirasakan langsung oleh para siswa. Chepi Yanuar dan Alfi, siswa kelas 9 SMPN 3 Cikatomas, mengaku acara ini sangat seru dan kreatif.
“Banyak informasi yang awalnya kami tidak tahu menjadi tahu. Semoga pergaulan bebas dan angka stunting di Desa Cilumba bisa berkurang setelah ini,” pungkas mereka.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan






