TASIKMALAYA, MNP – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Saeful Hidayah, Kampung Sukajaya, Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar pengajian Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dengan ratusan warga memadati halaman Masjid Saeful Hidayah.
Pengajian tersebut dihadiri oleh Camat Cipatujah Zalkap Drasma, unsur pemerintahan Desa Cipatujah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cipatujah, serta para ulama dan tokoh masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koramil dan Polsek Cipatujah turut hadir melalui perwakilan anggotanya. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat.
Acara menghadirkan mubaligh KH Ahmad Faqih, S.Pd., dari Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya, dengan qari Ustadz Muhammad Muslih, S.Pd., yang juga berasal dari lingkungan Idrisiyyah.
Turut hadir pula Septyan Hadinata, mantan Sekretaris MCW NU Cipatujah, yang pernah menjadi pengurus di Madrasah Saeful Hidayah.
Dalam tausiyahnya, KH Ahmad Faqih menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik dan spiritual Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai proses tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa).
Menurutnya, pembersihan jiwa merupakan modal utama dalam menjalani kehidupan, karena hati yang bersih akan melahirkan ketenangan batin, kejernihan akal, dan kematangan sikap.
Ia menjelaskan bahwa shalat yang diwajibkan melalui peristiwa Isra Mi’raj adalah sarana utama penyucian jiwa, yang berfungsi mengikis sifat-sifat tercela seperti kesombongan, iri hati, dan keakuan diri.
Dalam perspektif religi-sufi, shalat bukan sekadar gerakan lahiriah, melainkan perjalanan ruhani yang mendekatkan hamba kepada Allah SWT.
Dari shalat yang hidup, akan lahir akhlak mulia, kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian sosial yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
KH Ahmad Faqih juga menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam kehidupan tidak semata diukur dari capaian materi, tetapi dari sejauh mana ia mampu menjaga kebersihan hatinya.
Jiwa yang bersih, menurutnya, akan memudahkan seseorang membangun hubungan yang harmonis dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Camat Cipatujah Zalkap Drasma dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan pengajian tersebut. Ia menilai peringatan Isra Mi’raj memiliki nilai strategis dalam memperkuat spiritualitas umat sekaligus mempererat kebersamaan sosial.
Camat mengajak seluruh warga untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, demi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan kondusif.
Pada kesempatan yang sama, Septyan Hadinata menyampaikan pesan agar momentum Isra Mi’raj dijadikan sarana untuk memperkokoh akidah ASWAJA an-Nahdliyah.
Ia menegaskan bahwa shalat hendaknya tidak berhenti sebagai ritual formal, tetapi harus melahirkan amal shalih sosial, sehingga nilai-nilai ibadah dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Secara terpisah, Iwan Subhan, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Cep Dudung, selaku Ketua DKM Saeful Hidayah, yang berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan iman, akhlak, dan persatuan warga.
Pengajian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan masyarakat Desa Cipatujah senantiasa diberikan keberkahan, ketenangan jiwa, serta kekuatan untuk menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, berakhlak, dan membumi dalam kehidupan sosial
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan






